Identifikasi Ancaman
Pada langkah ini, peserta ARKO mendata segala bentuk ancaman kesehatan orang utan, dan kemudian melakukan penilaian besaran peluang dan dampak dari setiap ancaman, agar dapat menentukan ancaman mana yang perlu diprioritaskan. Untuk mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai ancaman kesehatan, adanya variasi peran, tanggung jawab, dan keahlian dari para pemangku kepentingan menjadi krusial.
Dalam ARKO, yang dimaksud dengan ancaman (hazard)adalah semua agen atau kejadian yang berpotensi menimbulkan dampak negatif pada kesehatan orang utan. Ada dua kategori ancaman yaitu:
- Ancaman penyakit: kondisi tidak normal pada orang utan yang disebabkan baik oleh agen infeksius (bakteri, virus, jamur, parasit) maupun oleh agen non-infeksius (biologi, kimia, fisik, dll).
- Ancaman non-penyakit: segala sesuatu yang mengakibatkan kondisi tidak normal pada orang utan yang berasal dari lingkungan eksternal (lingkungan, aktivitas manusia, iklim, polusi, dan lain-lain) atau faktor internal (kompetensi pakan, gangguan kondisi mental, gangguan metabolisme tubuh, dan lain-lain).
Sejumlah total 74 ancaman beserta dengan penjelasan singkatnya sebgai hasil dari diskusi dalam FGD ARKO dapat diakses di sini (daftar penyakit infeksius) dan di sini (daftar penyakit non-infeksius & non-penyakit). Cukup banyak informasi tambahan dari para peserta yang mungkin akan sulit atau tidak akan didapatkan dari pencarian literatur resmi. Ini juga menjadi salah satu keunggulan proses ARKO, dimana informasi terbaru menjadi tercatat dan dapat digunakan untuk membuat analisa yang lebih akurat.
Catatan: bila Anda memiliki informasi tambahan ataupun koreksi mengenai ancaman bagi orangutan, baik yang telah tercantum di daftar di atas maupun yang belum tercantum, silakan klik tombol di bawah ini untuk membagikan informasi Anda.
Menilai RISIKO
Setelah kita memiliki daftar ancaman tersebut, kita akan mulai melakukan penilaian terhadap masing-masing ancaman tersebut dengan mempertimbangkan besaran peluang (kemungkinan kejadian) dan dampak (akibat) dari masing-masing ancaman. Dari nilai peluang dan dampak tersebut maka kita akan mendapat estimasi besaran risiko dari ancaman tersebut.
Penilaian besaran peluang dan dampak dapat diukur dengan menggunakan sistem tinggi-sedang-rendah dengan definisi masing-masing dapat diuraikan dan disepakati sesuai dengan kondisi yang ada. Definisi peluang dan dampak yang tinggi, sedang, rendah, dan dapat diabaikan dalam ARKO dapat dilihat di sini.
Tahapan selanjutnya adalah melakukan penilaian dari masing-masing ancaman tersebut ke dalam Matriks risiko. Matriks risiko adalah alat yang digunakan untuk memperhitungkan peluang kejadian dan dampak yang akan dihadapi.
Dalam matriks ini tingkatan peluang diletakkan pada baris dan tingkatan dampak diletakkan pada kolom. Untuk memudahkan visualisasi, digunakan juga sistem warna yaitu merah berarti risiko tinggi, kuning berarti risiko sedang, hijau berarti risiko rendah, dan biru adalah dapat diabaikan.
Matriks ancaman ARKO dapat dilihat dengan lebih mendetail di sini.
Daftar ancaman prioritas ARKO
Dari matriks risiko maka kita akan melihat ancaman yang memiliki:
- Peluang dan dampak tinggi
- Peluang tinggi dan dampak sedang
- Peluang sedang dan dampak tinggi
Berdasarkan kriteria di atas maka diperoleh 12 ancaman prioritas pada kesehatan orangutan, seperti yang dapat dilihat di tabel di samping.
